Facebook Perangi Akun Penyebar Like dan Spam Palsu
PerusaanΒ jejaring sosial Facebook, Minggu (16/4) mengungkap upaya mencegat operasi jaringan pembuat akun palsu internasional penyebar βspamβ. Yang cukup mengejutkan, jaringan tersebut menggunakan akun di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Bangladesh, dan Arab Saudi.
Para pengelola akun palsu tersebut memanfaatkan βlikeβ dan βkomenβ palsu untuk mendapatkan teman di Facebook untuk selanjutnya diberondong dengan βspamβ. Tim keamanan Facebook yang dikepalai Shabnam Shaik memerangi dan mencoba menetralisir operasi mereka selama enam bulan.
βSistem kami mampu mengidentifikasi sejumlah besar aktivitas ilegal ini - dan mampu menghapus sejumlah besar βlikeβ palsu,β kata Shaik dalam sebuah postingan blog yang dikutip Al Arabiya.
βDengan cara mengganggu operasi mereka, kami berharap mampu mencegah jaringan penyebar spam ini untuk mencapai tujuan mereka, yakni menyebar material-material palsu ke sejumlah besar pengguna,β lanjutnya.
Seperti disebutkan di atas, jaringan ini menggunakan banyak akun di Bangladesh, Indonesia, dan Arab Saudi. Jaringan ini mencoba menyamarkan aktivitas mereka dengan beberapa taktik, seperti menggunakan Facebook melalui server-server proxy. Dengan demikian, mereka bisa menutupi, dari mana datangnya βlikeβ, postingan, dan komentar.
Facebook mengatakan, operasi ilegal ini bertujuan menipu orang agar mau menjadi teman yang kemudian bisa diberondong dengan kiriman-kiriman βspamβ.Β
Facebook pekan ini mengatakan pihaknya mulai memberantas akun-akun palsu dengan cara mengawasi aktivitas mereka yang mencurigakan, seperti misalnya mem-posting material atau pesan sama yang berulang-ulang. Hal ini dilakukan dalam rangka βmembersihkanβ Facebook dari βhoaxβ, dan informasi palsu, dengan cara memverifikasi identitas pengguna.
βKami menemukan bahwa orang sungguhan berlaku layaknya diri mereka sendiri di Facebook, mereka juga bertindak dengan tanggung jawab,β ujar Shaik.
Sedangkan, imbuh Shaik, akun palsu tidak menunjukkan pola seperti itu. Akun-akun palsu biasanya cenderung membuat dan menyebarkan spam. (Al Arabiya)
Advertisement