Gus Yahya: Pancasila, Kontribusi Indonesia bagi Peradaban Dunia
βSukarno tak kenal lelah menyeru kepada dunia agar menengok kepada Pancasila sebagai persembahan bangsa Indonesia bagi peradaban dunia,β kata Gus Yahya C Staquf.
KH Yahya Cholil Staquf, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, mengatakan, konflik antar-identitas dan antar-peradaban yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini telah mengarah kepada kegentingan global. Perlu βresep yang mujarabβ untuk mengurai kemelut tersebut.
Menurut Gus Yahya, panggilan akrabnya, bangsa Indonesia memiliki βresepβ itu, yakni Pancasila. Soekarno (Presiden Indonesia pertama) dan KH Abdurrahman Wahid (Presiden Indonesia keempat) senantiasa βmempromosikanβ Pancasila di dunia internasional.
βSukarno tak kenal lelah menyeru kepada dunia agar menengok kepada Pancasila sebagai persembahan bangsa Indonesia bagi peradaban dunia,β kata Gus Yahya, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Sabtu (2/6/2018).
Menurut Katib βAm PBNU ini, para pendiri bangsa (founding parents) Indonesia telah menyusun βformulaβ untuk mengatasi persoalan multi dimensi yang mendera dunia global seperti saat ini. Mereka memiliki visi dan cita-cita yaitu mewujudkan peradaban mulia bagi seluruh umat manusia sebagaimana yang tertera βbaik tersurat atau tersirat- di Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) RI Tahun 1945.
βIni adalah wawasan yang sangat dibutuhkan oleh dunia,β tegasnya.
Baginya, bangsa Indonesia memiliki modal dan kekuatan untuk membantu seluruh umat manusia keluar dari kemelut yang menderanya dan mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik ke depan.
Dia menambahkan, Indonesia juga memiliki kekayaan peradaban yang besar yang diwarisi dari generasi sebelumnya, di samping kekayaan ekonomi.Β
βSaya berharap, segera bangkit kesadaran seluruh anak bangsa, terutama para pemimpin, bahwa kita sebagai satu bangsa tidak sedang sekedar mengarungi lautan gejolak dunia untuk mencari keselamatan bagi diri sendiri saja,β terangnya.
βHanya kita, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang memiliki warisan visi dan cita-cita agung yang secara gamblang dijabarkan dan secara tegas dikukuhkan sebagai konsensus bangsa seperti itu,β urainya. (adi)
Advertisement