MLSC 2026 Surabaya Hadirkan Kejutan Baru
Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026 Surabaya Seri II di Stadion Jala Mandiri Krida dan Lapangan Bogowonto, 12-17 Mei 2026, memunculkan banyak kejutan.
Tak hanya antusiasme para pesertanyany semakin tinggi. Namun, juga melahirkan dua juara baru dari dua kategori kelompok umur. Yakni, SDN Pacarkeling V/186 B (KU-12) dan SDN Manukan Kulon (KU-10).
Di KU-12, SDN Pacarkeling V/186 B berhasil mengunci gelar juara dengan kemenangan 6-5 pada babak adu penalti, setelah melewati waktu normal dengan kedudukan 1-1.
Sementara itu di KU-10 giliran SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan, juga lewat drama adu penalti atas SDN DR. SutomoV/327.Β
Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro mengatakan, salah satu kunci keberhasilan timnya menjuarai event ini tak lain adalah persiapan maksimal.
"Sebenarnya saya tidak memprediksi sampai masuk final karena usia pemain di tim ini rata-rata ada di usia 10 tahun. Saya sangat mengapresiasi kepada para pemain sudah berhasil memenangi adu penalti, bagi saya luar biasa. Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang, karena saya melihat semua lawan juga melakukan itu. Jadi, pulang sekolah langsung lanjut latihan,β kata Septyan.
Sementara itu, Jacksen F Tiago, selaku Head Coach MilkLife Soccer Challenge mengaku senang melihat pertandingan yang berlansung di Surabaya. Ia menilai, kualitas para pemain di Surabaya terbilang matang.
Hal tersebut, lanjutnya, tak lepas pula dari ekosistem sepak bola wanita yang terus terbangun di Kota Pahlawan dalam beberapa tahun kebelakang.
βHarapan saya ke depan, kita bisa berkembang bersama secara tim. Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali. Kalau saya melihat individu-individu yang ada, begitu dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan baik, akan bisa bersaing dengan sangat luar biasa,β kata Jacksen.
Secara fisik, ia juga melihat para pemain memiliki postur yang cukup bagus sehingga berpotensi berkembang menjadi pesepakbola profesional jika dibina dengan serius.
βSaya akan kumpulkan pemain-pemain yang sudah terpilih masuk All-Star dari Extra Training Seri 1 untuk latihan bersama, nanti bisa kita lihat siapa yang akan terpilih untuk berangkat ke Kudus,β ujar mantan pemain Persebaya itu.
Pelatih kelahiran Brazil itu berharap melalui event ini ekosistem sepak bola wanita terus berkembang di masa akan datang dengan semakin banyaknya turnamen yang dapat memperbanyak jam terbang serta atmosfer kompetisi bagi pemain.
βKompetisi seperti ini kan hanya dua kali dalam setahun, di luar itu saya berharap mereka bisa tetap menimba ilmu dalam kesehariannya dengan sekolah sepak bola atau SSB,β pesannya.
Sementara itu, Perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo mengapresiasi penyelenggaraan MLSC di wilayahnya yang sudah berlangsung selama beberapa tahun.
Arief berharap, geliat sepak bola wanita di Jawa Timur semakin meningkat dengan penyelenggaraan kompetisi dari tahun ke tahun.
"Kami melihat dari sisi kompetisi, ini suatu langkah besar. Karena dari atlet sudah ada jalan untuk pembinaan yang tentunya akan memiliki dampak baik kepada sepak bola Jatim, khususnya sepak bola wanita. Kami juga berharap ke depannya tidak hanya atlet saja yang dikembangkan, tetapi juga pelatih. Kalau kualitas pelatih bisa bagus dan merata, maka sepak bola wanita akan semakin berkembang," kata Arief.
Advertisement