Pilkades Serentak 130 Desa di Banyuwangi Akan Digelar Secara Digital
Pemkab Banyuwangi akan menerapkan pemilihan kepala desa (Pilkades) secara digital. Pilkades online ini akan dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi e-voting. Rencananya, e-voting ini akan diterapkan pada Pilkades serentak 130 Desa di Banyuwangi pada tahun 2027 nanti.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengatakan, pada tahun 2027 sebanyak 130 Desa di Banyuwangi akan menggelar Pilkades secara serentak. Saat ini, pihaknya sedang menyempurnakan aplikasi yang akan digunakan dalam pilkades digital tersebut.
"Karena Banyuwangi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik)-nya sudah nomor satu se-Indonesia, harapan dari Mendagri, untuk pelaksanaan pilkades di Banyuwangi tahun 2027 nanti di bulan Oktober, dilakukan secara digital melalui e-voting," jelasnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Saat ini, DPMD Banyuwangi bersama Dinas Kominfo Banyuwangi sedang mematangkan aplikasi e-voting. Dengan aplikasi ini, nantinya, 99 persen Pilkades dilaksanakan secara digital.
Dia menyebut, pelaksanaan pilkades secara digital ini memiliki banyak keunggulan. Salah satunya bisa meminimalisir gesekan yang terjadi antara pendukung calon.
"Karena biasanya Pilkades ini euforianya sangat tinggi, dengan dilakukan secara digital, gesekan-gesekan yang timbul di lapangan ini semakin kecil," ungkapnya.
Tidak hanya itu, menurut Nanin, panggilannya, dengan menggunakan e-voting juga bisa meminimalisir golput. Sebab dengan pelaksanaan pilkades secara digital, nantinya semua warga yang masuk dalam daftar pemilih akan melakukan proses pemilihan.
"Karena semua pemilih akan melakukan proses pemilihannya melalui klik calon pemilih yang dipilih melalui e-voting ini," ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan pilkades digital ini akan ada pengadaan alat untuk digunakan sebagai sarana melakukan pemungutan suara di tiap desa. Nantinya peralatan tersebut bisa digunakan untuk pelayanan publik di desa-desa dan di SKPD yang lain.
"Untuk di tahun ini kita akan ada simulasi, kita ada pengadaan alat untuk simulasi di 130 desa, untuk simulasi dengan masyarakat desa. Ini ada satu set alat yang diadakan oleh desa untuk proses persiapan 2027," bebernya.
Dia menyebut, mulai bulan Juni ini, akan dilakukan simulasi-simulasi sampai mendekati hari pelaksanaan pilkades digital ini. Agar masyarakat di 130 desa ini semakin terbiasa dengan menggunakan layanan e-voting.
"Jadi kita lakukan simulasi. Di samping nanti akan kita siapkan tutorial yang kita share, sosialisasi dan tahapan-tahapan lain tetap kita lalui," tegasnya.
Pihaknya sedang menyempurnakan aplikasi untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi. Dalam pelaksanaan pilkades digital ini, masyarakat tetap datang ke TPS. Hanya saja, kata dia, warga menyalurkan suaranya dengan tap atau klik pada aplikasi yang telah disiapkan. Setiap TPS akan disediakan setidaknya dua alat untuk proses e-voting-nya.
"Nanti begitu waktu e-voting-nya selesai, entah disepakati jam 1 atau jam 2, jam 3, begitu kita buka, langsung klik bersama, langsung suara sudah bisa dilihat pemenangnya,” ujarnya.