Dua Warga Banyuwangi Jadi Korban Hilangnya KM Virgo Transport 8, Keluarga Berharap Ada Keajaiban
Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Hingga kini sudah 108 orang terevakuasi dengan selamat, 6 meninggal dunia dan 129 orang masih dalam pencarian. Dua dari 129 orang yang masih hilang ini merupakan warga Kabupaten Banyuwangi.
Mereka adalah Soni Marta Andika, 40 tahun, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng dan Ponco Budi Raharjo, 46 tahun, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Keduanya adalah sopir dan kernet salah satu truk bermuatan paket yang menjadi muatan kapal Virgo Transport 8.
Baik Soni dan harjo panggilan Ponco Budi Raharjo, merupakan tulang punggung keluarga masing-masing. Hingga kini keluarga kedua orang ini belum mendapatkan kabar terbaru. Namun Basarnas sudah meminta data lengkap termasuk ciri-ciri mereka.
Istri Harjo, Eny Tri Widayati, 41 tahun, mengatakan, suaminya selalu berkabar di grup WhatsApp keluarga. Grup itu juga berisi dua anak kembar mereka yakni Safira Niken Raharja, 19 tahun, dan Tiara Niken Raharja, 19 tahun.
Terakhir mereka berkomunikasi dengan Harjo pada Sabtu, 12 September 2026 pagi atau sehari sebelum kejadian. Pagi itu, Dia dan dua anaknya sempat melakukan video call bersama suaminya.
"Sabtu pagi sempat telepon sebentar, tapi saya tidak begitu perhatikan saat itu karena keburu-buru ke Posyandu. Sekarang saya menyesal, kenapa waktu itu tidak saya perhatian teleponnya," katanya.
Hari itu, kebetulan dua anaknya yang kuliah di Universitas Jember sedang libur. Sehingga saat itu bisa telpon bersama-sama. Sejak saat itu anaknya belum masuk kuliah lagi untuk menemani sang ibu sekaligus menunggu kepastian kabar Harjo.
Eny mengaku sangat terpukul dengan hilangnya sang suami. Apalagi Harjo merupakan tulang punggung keluarga. Baik untuk makan sehari-hari maupun untuk biaya kuliah anak kembarnya. Eny mengaku selama ini tak bekerja apapun. Satu-satunya aktivitasnya adalah menjadi kader posyandu.
"Saya ini ada (kebutuhan) apa-apa selalu (bilang) ke Mas (Harjo)," ungkapnya.
Eny mengetahui kabar KM Virgo Transport 8 tenggelam dari seorang teman yang suaminya juga bekerja sebagai sopir truk. Saat itu, ia baru paham suaminya tak bisa dihubungi karena hilang dalam insiden tersebut.
"Saya langsung menangis. Saya telepon kakak saya di Kalimantan dan memberi kabar bahwa mas Harjo ada di kapal yang terbalik," kata dia.
Diapun berharap suaminya bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Dia dan kedua anaknya selalu berdoa ada keajaiban sehingga suaminya bisa selamat dari musibah itu.
"Semoga Mas Harjo ditemukanΒ dengan selamat," ungkapnya.
Terpisah, istri Soni, Rini Handayani, 49 tahun, mengatakan, suaminya telah belasan tahun bekerja sebagai sopir truk. Biasanya, dia pulang antara 1,5 hingga 2 bulan. Sedianya, sebelum musibah ini terjadi suaminya berencana pulang.
"Tapi waktu itu pas waktunya anak saya bayar ujian, jadi suami saya memutuskan untuk melanjutkan satu trip lagi baru pulang," ungkapnya.
Rini terakhir berkomunikasi dengan suaminya hari Sabtu atau sehari sebelum musibah. Ia berbincang dengan suaminya melalui panggilan video call. Saat itu, sang suami sudah berada di kamar kapal.
Dalam obrolan tersebut, Soni menanyakan kabar sang anak bungsu Firdan Maulana 8 tahun. Saat ini, kondisi Firdan sedang sakit demam tinggi. Menurut Rini, Firdan sering meminta panggilan video kepada sang ayah karena ayahnya sering tidak di rumah karena pekerjaannya.
Selain Firdan, Soni juga memiliki anak bernama Firman Eka Putra, 17 tahun, yang kini duduk di bangku SMK. Rini bilang, Soni adalah satu-satunya tulang punggung keluarga. Selain keluarga inti, pasangan tersebut turut tinggal seatap bersama orang tua dan adik Soni. Dia berharap, ada keajaiban sehingga suaminya bisa ditemukan dengan kondisi selamat.
"Karena suami satu-satunya tulang punggung keluarga," ungkapnya.
Advertisement