Harga Daging Ayam Ras di Bojonegoro Tembus Rp41.000, Pedagang Sate Kelimpungan
Harga daging ayam ras di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan menjadi Rp41.000 per kilogram pada Rabu, 23 September 2026. Harga tersebut naik dari Rp38.636 per kilogram berdasarkan data harga sebelumnya yang tercantum dalam tabel Dinas Perdagangan dan Usaha Mikro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Kenaikan harga daging ayam ras turut dirasakan para penjual sate ayam di Bojonegoro. Mereka mengaku harus memutar otak untuk mempertahankan kualitas dan ukuran potongan daging sate, di tengah meningkatnya harga bahan baku.
Salah satu penjual sate ayam di Kecamatan Kota Bojonegoro, Joko, 62 tahun, mengatakan kenaikan harga daging ayam ras menjadi tantangan bagi pedagang. Menurutnya, harga Rp38.000 per kilogram saja sudah tergolong mahal bagi penjual sate.
βKita tentu mencari cara agar kualitas sate ayam tetap baik dan ukurannya tetap,β ujar Joko kepada Ngopibareng.id, Rabu, 23 September 2026.
Harga Ayam Naik, Pedagang Sate Harus Menyesuaikan
Joko menjelaskan, harga daging ayam ras yang kini mencapai Rp41.000 per kilogram membuat pedagang perlu mempertimbangkan kembali pengolahan bahan baku. Ia berharap kualitas sate tetap terjaga meskipun biaya pembelian daging ayam meningkat.
Pedagang sate ayam di Bojonegoro selama ini sebagian besar menggunakan daging ayam ras. Kenaikan harga dalam satu bulan terakhir mulai memberikan dampak terhadap aktivitas penjualan mereka.
Penjual sate ayam dan sate kambing di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan berjumlah lebih dari 100 orang dan tersebar di hampir 28 kecamatan. Sate ayam menjadi salah satu jenis kuliner yang banyak menggunakan daging ayam ras sebagai bahan baku.
Kenaikan harga daging ayam menjadi perhatian pedagang karena harga jual sate selama ini masih berada pada kisaran yang terjangkau masyarakat.
Harga Sate Ayam Bojonegoro Masih Rp13.000 hingga Rp22.000 per 10 Tusuk
Para pedagang sate ayam di Bojonegoro menjual produknya dengan harga yang bervariasi. Berdasarkan keterangan Joko, harga sate ayam berkisar antara Rp13.000 hingga Rp22.000 per 10 tusuk.
Hingga Rabu, 23 September 2026, belum ada kenaikan harga jual sate ayam yang disampaikan dalam bahan laporan ini, meskipun harga daging ayam ras dan sejumlah bahan bumbu mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut membuat pedagang perlu menghitung biaya produksi dengan cermat agar harga jual tetap sesuai kemampuan konsumen.
Joko menuturkan, pedagang harus mencari cara untuk mempertahankan kualitas dan ukuran sate tanpa mengabaikan kenaikan biaya bahan baku.
Bumbu Sate Ayam Madura Ikut Terdampak Kenaikan Harga
Selain harga daging ayam ras, kenaikan harga sejumlah bahan bumbu juga menjadi perhatian penjual sate ayam di Bojonegoro.
Joko menyebutkan, sebagian besar pedagang sate ayam di Bojonegoro menggunakan bumbu model sate ayam Madura. Bumbu tersebut terdiri dari sambal berbahan dasar kacang tanah yang dicampur dengan berbagai bumbu dapur, termasuk cabai rawit dan jenis cabai lainnya.
Menurut Joko, harga kacang tanah dan cabai rawit juga mengalami kenaikan sehingga menambah beban biaya produksi pedagang sate.
βBumbu-bumbu juga harganya naik. Contoh seperti kacang tanah dan cabai rawit. Jadi, bumbu-bumbu juga harganya naik,β imbuhnya.
Kenaikan harga bahan baku daging ayam dan bumbu membuat pedagang harus memperhatikan biaya produksi secara keseluruhan, bukan hanya harga daging ayam ras.
Harga Daging Ayam Ras Bojonegoro Naik 5,76 Persen
Berdasarkan data harga komoditas yang tercantum dalam tabel Dinas Perdagangan dan Usaha Mikro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, harga daging ayam ras mencapai Rp41.000 per kilogram.
Angka tersebut meningkat dari harga sebelumnya Rp38.636,36 per kilogram. Dengan demikian, kenaikan harga tercatat sebesar Rp2.363,64 per kilogram atau 5,76 persen.
Berikut perbandingan harga sejumlah komoditas daging dan telur dalam data yang disampaikan:
Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Terbaru | Perubahan |
Daging sapi paha belakang | Rp120.757,58/kg | Rp124.000/kg | Naik Rp3.242,42 (2,61%) |
Daging ayam ras | Rp38.636,36/kg | Rp41.000/kg | Naik Rp2.363,64 (5,76%) |
Daging ayam kampung | Rp68.439,39/kg | Rp62.000/kg | Turun Rp6.439,39 (-9,41%) |
Telur ayam ras | Rp25.954,55/kg | Rp26.200/kg | Naik Rp245,45 (0,94%) |
Telur ayam kampung | Rp44.227,27/kg | Rp39.200/kg | Turun Rp5.027,27 (-11,37%) |
Sumber: Tabel di Dinas Perdagangan, dan Usaha Mikro Pemkab Bojonegoro
Data tersebut menunjukkan bahwa harga daging ayam ras mengalami kenaikan, sementara harga daging ayam kampung dan telur ayam kampung dalam tabel tercatat menurun.
Harga Ayam Berpotensi Kembali Naik
Para pedagang sate ayam di Bojonegoro menghadapi kenaikan harga bahan baku ketika harga jual sate belum mengalami penyesuaian, berdasarkan keterangan yang tersedia.
Harga daging ayam ras sebesar Rp41.000 per kilogram juga disebut berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa pekan mendatang. Namun, perkiraan tersebut belum disertai kepastian mengenai besaran maupun waktu perubahan harga.
Bagi penjual sate ayam, perkembangan harga daging ayam ras, kacang tanah, dan cabai menjadi faktor penting dalam menentukan biaya produksi serta mempertahankan kualitas sajian yang dijual kepada konsumen.
Advertisement