Korban Kebakaran PT Superior Prima Sukses di Lamongan Bertambah, Total Empat Orang
Korban kecelakaan kerja yang terjadi di PT Superior Prima Sukses, perusahaan produsen bata ringan merek BLESSCON, di Lamongan, bertambah.
Total menjadi empat orang meninggal dunia akibat ledakan yang mengakibatkan kebakaran di ruang pengendapan pada perusahaan bata merah di Desa Waru Kulo, Kecamatan Pucuk pada Kamis 17 September 2026, dinihari, tersebut.
Sebelumnya dua korban meninggal. Menyusul dua orang pekerja lagi dinyatakan meninggal dunia, sehari kemudian, Jumat 18 September 2026.
Yakni, Imam Sugiono 36 tahun, warga Dusun Jetis, Kecamatan Kedungpring dan Fikri, 31 tahun, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.
Dua korban sebelunnya, M. Sharul Fahni, 25 tahun, warga Dusun Gerdu, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Ia meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.
Disusul Robith Fatahiila, 20 tahun, warga Desa Jabung, Kecamatan Laren, Lamongan, meninggal dunia dalam perawatan medis.
"Untuk korban F (Fikri), sebelunnya juga di rawat di RS Muhammmadiyah Lamongan dan meninggal dunia saat perjalanan hendak dibawa ke dr Soetomo Surabaya," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M.Hamzaid.
Dengan total korban menjadi empat dari tujuh orang, kini menyisakan tiga korban yang masih dalam perawatan medis.
Di antaranya, Akhmat Arif Wijaya, 31 tahun, warga Desa Waru Kulon, Kecamatan Pucuk dan Andika Dwi Ramadhan, 20 tahun, warga Dusun Sapan, Desa Dateng, Kecamatan Laren, Lamomganm Keduanya dirawat di Rumah Sakit Katolik Surabaya.
Satunya, Sigit Kamseno, 36 tahun, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya,dirawat di RS dr Soetomo, Surabaya.
Diberitakan sebelumnya, PT Superior Prima Sukses, perusahaan bata merah di Desa Waru Kulo, Kecamatan Pucuk pada Kamis 17 September 2026, dinihari,
Tepatnya, sekitar pukul 00.30 WIB. Lokasi yang terbakar di ruang pengendapan seluas 20x25 meter persegi, tempat kerja para korban.
Ketika pekerja shift malam itu serius bekerja, tiba-tiba dikejutkan dengan suara ledakan keras yang berasal dari tabung alat kerja.
Ledakan hebat mengakibatkan kobaran api dan hawa panas di area sekitar ruangan. Tujuh pekerja menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Penyebab pasti ledakan dan kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Hanya, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
Advertisement