Lahan Pusri di Ketapang Akan Dijadikan Buffer Zone Pelabuhan Ketapang
ASDP berencana menambah buffer zone di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Lokasi terbaru adalah eks gudang Pusri yang berada sekitar dua kilometer arah utara Pelabuhan Ketapang. Langkah ini dilakukan dalam upaya mengurangi kendaraan yang ada di jalan saat terjadi kepadatan sekaligus meningkatkan kelancaran pelayanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan, penambahan buffer zone ini sangat penting untuk meningkatkan kelancaran layanan penyeberangan. Ada dua lokasi yang telah di survei untuk dijadikan lokasi baru buffer zone yakni lahan milik PTPN di wilayah Wongsorejo dan eks gudang Pusri.
Heru mengatakan, setelah dilakukan survei, lahan milik PTPN lokasinya terlalu jauh dari Pelabuhan Ketapang. Jaraknya sekitar 14 kilometer dari Pelabuhan Ketapang. Tidak hanya itu, dari jalan raya lokasi tersebut masih harus masuk sejauh 4 kilometer.
"Nah, ini tentu menjadi problem tersendiri," jelasnya, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Dengan berbagai pertimbangan, ASDP memilih untuk menjadikan eks gudang Pusri sebagai area buffer zone. Sebab, lokasinya lebih dekat dari pelabuhan Ketapang. Tinggal melakukan penyesuaian dan menambah fasilitas yang diperlukan seperi toilet dan kamar mandi.
"Kemudian nanti dibuatkan stand UMKM untuk masyarakat," ujarnya.
Heru menambahkan, saat ini lahan eks Pusri tersebut sedang dalam proses penghapusan aset. Karena diatas lahan tersebut masih ada bangunannya. Prosesnya penghapusan aset sudah diajukan ke Danantara sejak tahun 2025 lalu.
"Sebenarnya sudah diajukan mungkin lebih dari satu tahun yang lalu, tapi belum diproses dan kami kemarin minta percepatan segera dilakukan proses penghapusan aset," tegasnya.
Heru menegaskan, area eks gudang Pusri ini ditargetkan bisa segera difungsikan sebagai buffer zone Pelabuhan Ketapang. Dia menyebut, area tersebut diharapkan sudah bisa difungsikan sebelum masa liburan akhir tahun.
"Nanti sebelum Natal tahun baru sudah bisa kita gunakan," ujarnya.
Advertisement